<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Stillcetek &#187; Tausiyah</title>
	<atom:link href="http://www.stillcetek.com/category/tausiyah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.stillcetek.com</link>
	<description>Blog Lukman Stillcetek, Delphi Tutorial, Php Tutorial, Article CSS, Mysql, Javascript Tutorial, MSSQL Server, Linux Ubuntu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Jul 2010 06:50:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Si Tukang Kayu</title>
		<link>http://www.stillcetek.com/2007-11-18/si-tukang-kayu.html</link>
		<comments>http://www.stillcetek.com/2007-11-18/si-tukang-kayu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Nov 2007 08:36:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sheva_kudo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.stillcetek.com/2007-11-18/si-tukang-kayu.html</guid>
		<description><![CDATA[Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
perusahaan konstruksi real  estate. Ia menyampaikan keinginannya
tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja,  ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah.Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah<br />
perusahaan konstruksi real  estate. Ia menyampaikan keinginannya<br />
tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja,  ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah.Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.</p>
<p>Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah  seorang pekerja<br />
terbaiknya.Ia lalu memohon pada  tukang kayu tersebut untuk membuatkan<br />
sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu.Tapi, sebenarnya ia merasa  terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan  bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya  bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus  mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.</p>
<p>Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah  yang dimintanya, ia<br />
menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.  &#8220;Ini adalah<br />
rumahmu,&#8221;katanya,  &#8220;hadiah dari kami.&#8221;  Betapa terkejutnya si tukang<br />
kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan<br />
mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal<br />
di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.</p>
<p>Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita<br />
yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih<br />
berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada<br />
bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda. Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu.</p>
<p>Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku,<br />
memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah<br />
kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja<br />
dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.</p>
<p>Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah<br />
akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan,bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.</p>
<p>&#8220;Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.stillcetek.com/2007-11-18/si-tukang-kayu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMS Dari Allah</title>
		<link>http://www.stillcetek.com/2007-11-14/sms-untuk-allah.html</link>
		<comments>http://www.stillcetek.com/2007-11-14/sms-untuk-allah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 15:34:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lukman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.stillcetek.com/2007-11-14/sms-untuk-allah.html</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya dapat email dari temen kantor, yang isinya patut direnungkan.
Assalamu&#8217;alaikum. .
Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
&#8220;Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah&#8221;.
&#8220;Tekan 1 untuk &#8216;meminta&#8217;.
Tekan 2 untuk &#8216;mengucap syukur&#8217;.
Tekan 3 untuk &#8216;mengeluh&#8217;.
Tekan 4 untuk &#8216;permintaan lainnya&#8217;.&#8221;
Atau&#8230;.
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
&#8220;Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya dapat email dari temen kantor, yang isinya patut direnungkan.</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum. .<br />
Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:</p>
<p>&#8220;Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah&#8221;.</p>
<p>&#8220;Tekan 1 untuk &#8216;meminta&#8217;.<br />
Tekan 2 untuk &#8216;mengucap syukur&#8217;.<br />
Tekan 3 untuk &#8216;mengeluh&#8217;.<br />
Tekan 4 untuk &#8216;permintaan lainnya&#8217;.&#8221;</p>
<p>Atau&#8230;.<br />
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:<br />
&#8220;Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya.&#8221;</p>
<p>Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:</p>
<p>&#8220;Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,</p>
<p>Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,<br />
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,<br />
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,<br />
Tekan 4. &#8220;Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga &amp; neraka, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!&#8221;</p>
<p>Atau bisa juga Anda mendengar ini :</p>
<p>&#8220;Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari.&#8221;<br />
atau&#8230;<br />
&#8220;Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi.&#8221;<br />
Alhamdulillah. .. Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap saat!!!</p>
<p>Anda hanya perlu untuk memanggilnya <strong>kapan saja</strong> dan Dia <strong>mendengar Anda</strong>. Karena bila memanggil Allah, Anda <strong>tidak akan pernah</strong> mendapat nada <strong>sibuk</strong>. Allah <strong>menerima </strong>setiap panggilan dan mengetahui siapa <strong>pemanggilnya </strong>secara <strong>pribadi</strong>.</p>
<p>Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: <strong>24434</strong></p>
<p>2 : shalat Subuh<br />
4 : shalat Zuhur<br />
4 : shalat Ashar<br />
3 : shalat Maghrib<br />
4 : shalat Isya</p>
<p>Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : <strong>28443483</strong></p>
<p>2 : shalat Subuh<br />
8 : Shalat Dhuha<br />
4 : shalat Zuhur<br />
4 : shalat Ashar<br />
3 : shalat Maghrib<br />
4 : shalat Isya<br />
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)<br />
3 : Shalat Witir</p>
<p>Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul &#8220;<strong>Al Qur&#8217;anul Karim &amp; Hadist Rasul</strong>&#8221;</p>
<p>Langsung hubungi, <strong>tanpa </strong>Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.</p>
<p>Nomor <strong>24434 </strong>dan <strong>28443483 </strong>ini memiliki jumlah saluran hunting yang <strong>tak terbatas</strong> dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!!</p>
<p>Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita.<br />
Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya</p>
<p>Sabda Rasulullah S.A.W : &#8220;Barang siapa <strong>hafal tujuh kalimat</strong>, ia terpandang <strong>mulia </strong>di sisi Allah dan Malaikat serta <strong>diampuni </strong>dosa-dosanya walau sebanyak buih laut&#8221;<br />
7 Kalimah ALLAH:</p>
<p>1. Mengucap &#8220;<em>Bismillah</em>&#8221; pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.<br />
2. Mengucap &#8221; <em>Alhamdulillah</em>&#8221; pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.<br />
3. Mengucap &#8220;<em>Astaghfirullah</em>&#8221; jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.<br />
4. Mengucap &#8221; <em>Insya-Allah</em>&#8221; jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.<br />
5. Mengucap &#8220;<em>La haula wala kuwwata illa billah</em>&#8221; jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.<br />
6. Mengucap &#8220;<em>inna lillahi wa inna ilaihi rajiun</em>&#8221; jika menghadapi dan menerima musibah.<br />
7. Mengucap &#8220;<em>La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah</em> &#8221; sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.</p>
<p>Dari tafsir <em>Hanafi</em>, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. .. mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu&#8230; mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.stillcetek.com/2007-11-14/sms-untuk-allah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JANGAN PERNAH KALAH!!!</title>
		<link>http://www.stillcetek.com/2007-11-11/jangan-pernah-kalah.html</link>
		<comments>http://www.stillcetek.com/2007-11-11/jangan-pernah-kalah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 10:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sheva_kudo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.stillcetek.com/2007-11-11/jangan-pernah-kalah.html</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku, coba renungkan….
Memang ada orang pintar yang hidupnya miskin, orang bodoh yang hidupnya kaya raya, pembela kebenaran hidup terisolir, orang kafir mrmiliki harta benda, orang islam jadi penyapu jalanan.
Tapi, renungkan lagi saudaraku…
Nabi ya’qub harus kehilangan anaknya Yusuf yang sangat dicintainya. Bertahun kemudian hilang pula adiknya Bunyamin. Ketika anak yang kedua itu hilang, karena ditangkap oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudaraku, coba renungkan….</p>
<p>Memang ada orang pintar yang hidupnya miskin, orang bodoh yang hidupnya kaya raya, pembela kebenaran hidup terisolir, orang kafir mrmiliki harta benda, orang islam jadi penyapu jalanan.</p>
<p>Tapi, renungkan lagi saudaraku…</p>
<p>Nabi ya’qub harus kehilangan anaknya Yusuf yang sangat dicintainya. Bertahun kemudian hilang pula adiknya Bunyamin. Ketika anak yang kedua itu hilang, karena ditangkap oleh wakil raja Mesir yang sebenarnya adalah Yusuf sendiri, Ya’qub tetap tidak berputus asa berharap pada Allah. Dia hanya menerima kejadian itu dengan harapan yang lebih besar,<br />
“semoga Allah mengembalikan anak2ku itu semuanya.” (Yusuf;83)<br />
“ Sabarlah yang lebih baik, dan kepada Allah lah tempat meminta tolong.” (Yusuf;18)<br />
lihat juga nabi Ibrahim. Cobaan apa yang melebihi cobaan yang menimpa kekasih Allah itu?imannya diuji dengan ujian yang beratnya tidak ada tandingnya. Diperintahkan untuk menyembelih anak kandung sendiri.</p>
<p>Mana yang lebih besar dari kita dengan penderitaan nabi Adam?. Bersenang2 dalam surga dengan isterinya, lalu diperintahkan untuk keluar. Isa Al-masih pun seperti itu. RAsulullah Muhammad lebih-lebih lagi.<br />
Pernahkan mereka mengeluh? Tidak. Mereka yakin bahwa iman kepada Allah memang menghendaki perjuangan, pengorbanan sekaligus keteguhan hati. Mereka tidak terlalu menuntut kemenangan lahir, karena memang mereka selalu menang di alam bathin. Mereka memikul beban berat, menjadi Rasul Allah, memikul perintah Allah, dank arena itulah mereka tempuh kesulitan. Pertama, untuk membuktikan kecintaannya pada Allah, dan kedua, untuk menggembleng batinnya agar menjadi semakin kokoh.</p>
<p>Saudaraku,</p>
<p>Disitulah tersimpan kekuatan iman. Bukan pada sujud dan ruku’. Sujud dan ruku’ hanya laksana dahan yang berasal dari batang keimanan. Dahan akan kurus, daun akan kering, bila batang tak memiliki akar tang kuat, kokoh dan tak mudah goyah diterpa angina dan badai. Dahan dan ranting sangat tergantung pada suplai makanan dari batang dan akar. Batang dan akar itulah substansi iman.<br />
Saudaraku, sekali lagi…</p>
<p>Jangan pernah kalah oleh beratnya cobaan hidup. Tidak semua permintaan kita harus dikabulkan. Karena Allah lah yang lebih mengenal batin kita daripada kita sendiri. Teka-teki hidup ini sangat banyak. Jangan menyangka Allah lemah menolong hambaNya.</p>
<p>Saudaraku,</p>
<p>Lalu kapan dan bagaimana pertolongan dan bantuan Allah itu? Ibnu’Athaillah memberi pengarahan yang sangat bagus dalam hal ini.<br />
“Tampilkan dengan sesungguhnya sifat kekuranganmu niscaya Allah menolongmu dengan sifat kesempurnaanNya. Bersungguh-sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaanNya. Bersungguh-sungguhlah dengan kehinaanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kemuliaanNya. Bersungguh-sungguhlan dengan ketidak berdayaanmu, niscaya ia menolongmu dengan kekuasaanNya. Bersungguh-sungguhlah dengn kelemahanmu, niscaya Ia menolongmu dengan kekuatanNya.”</p>
<p>Pertolongan, dukungan, kemenangan Allah itu pasti. “Adalah hak bagi Kami menolong orang2 beriman.” (Ar Rum;47). Sedetik pun Allah tak pernah meninggalkan hambaNya yang beriman. Dan jika Ia berkehendak, tak ada yang dapat menghalangi turunnya pertolongan dan bantuanNya. Masalahnya hanya ada pada proses turunnya pertolongan dan bantuan itu. Karenanya sekali lagi, jangan pernah kalah oleh cobaan.<br />
__________________<br />
<a href="mailto:dewyc01@yahoo.com">dewyc01@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.stillcetek.com/2007-11-11/jangan-pernah-kalah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasrahkan dimana saja Allah mendudukkan dirimu</title>
		<link>http://www.stillcetek.com/2007-11-11/pasrahkan-dimana-saja-allah-mendudukkan-dirimu.html</link>
		<comments>http://www.stillcetek.com/2007-11-11/pasrahkan-dimana-saja-allah-mendudukkan-dirimu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 10:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sheva_kudo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.stillcetek.com/2007-11-11/pasrahkan-dimana-saja-allah-mendudukkan-dirimu.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Adapun manusia, bila Rabb-nya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata : &#8220;Rabbku telah memuliakanku. Sedang jika Rabbnya mengujinya, lalu ia mengurangi rezekinya, maka ia berkata, &#8220;Rabbku menghinaku.       (QS. Al-Fajr : 15-16)

Kita semua umumnya pernah mengalami. Memohon pada Allah dengan sepenuh hati, khusyu, agar Allah memberikan sesuatu yang kita inginkan. Meminta dengan penuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Adapun manusia, bila Rabb-nya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata : &#8220;Rabbku telah memuliakanku. Sedang jika Rabbnya mengujinya, lalu ia mengurangi rezekinya, maka ia berkata, &#8220;Rabbku menghinaku.       (QS. Al-Fajr : 15-16)</em></p>
<p><em><br />
Kita semua umumnya pernah mengalami. Memohon pada Allah dengan sepenuh hati, khusyu, agar Allah memberikan sesuatu yang kita inginkan. Meminta dengan penuh harap kepada Allah untuk mengabulkan permintaan yang kita anggap itulah kenyataan yang paling baik. Berharap pada Allah agar Allah memberikan kita sebuah nikmat yang dalam pandangan kita, nikmat itulah yang paling tepat untuk kita. </em><em>Tapi … ternyata, permintaan itu tak kunjung dikabulkan oleh Allah swt. Mungkin, banyak di antara kita yang mengalami keadaan seperti ini mengeluh, kecewa, putus asa, frustasi, dan sebagainya. Padahal, pernahkah kita berpikir, sejauh mana kebenaran asumsi kita bahwa penundaan pemberian Allah itu adalah suatu bencana? Atau, pernahkah kita merenungkan, mungkin penundaan permintaan kita itu justru karunia yang harus kita syukuri? Apakah pengabulan do&#8217;a dan harapan itu selalu bermakna kemuliaan dari Allah untuk kita? Atau apakah pemberian langsung Allah kepada kita itu justru sebuah bencana? Kita tidak pernah tahu rahasia itu semua. Menganggap bahwa pemberian itu bukti kemuliaan dan penundaan pemberian itu keburukan, merupakan sikap yang disinggung dalam firman Allah swt, <em>&#8220;Adapun manusia, bila Rabb-nya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata : &#8220;Rabbku telah memuliakanku. Sedang jika Rabbnya mengujinya, lalu ia mengurangi rezekinya, maka ia berkata, &#8220;Rabbku menghinaku.&#8221; (QS. Al-Fajr : 15-16)</em> Manusia yang diceritakan dalam firman Allah itu, menganggap kesenangan identik dengan kemuliaaan dari Allah. Sebaliknya pengurangan rizki itu identik dengan penghinaan dari Allah.</p>
<p></em>Pemberian dan penundaan nikmat merupakan masalah yang paling penting dan amat berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Sayangnya seperti firman Allah tersebut, banyak banyak orang yang keliru memahami masalah itu. Dan karena itulah al-Qur`an meluruskannya. Seringkali Allah menangguhkan pemberian dunia pada makhluk yang paling dicintai-Nya, sementara Ia mencurahkan segala macam kesenangan dunia kepada makhluk yang paling dimurkai-Nya. Karena itu, pemberian duniawi dari Allah bukan tanda kemuliaan, dan penahanan pemberian bukan tanda kehinaan. Ibnu Athaillah berkata, &#8220;Jika Allah menahan pemberian-Nya padamu, maka pahamilah bahwa itu adalah suatu karamah (kemuliaan) untukmu selama kau pertahankan keislaman dankeimananmu, hingga segenap apa yang dilakukan Allah kepada dirimu menjadi karunia pula kepadamu.&#8221; Ia kemudian  melanjutkan, &#8220;Cukuplah sebagai balasan Allah atas ketaatanmu, jika Dia ridha kepadamu karena engkau menjadi orang yang taat kepadanya. Cukuplah sebagai balasan atas orang-orang yang beramal, Allah bukakan hatinya untuk menjalankan ketaatannya, dan apa saja yang diberikan pada mereka berupa kesenangan terhadap-Nya.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.stillcetek.com/2007-11-11/pasrahkan-dimana-saja-allah-mendudukkan-dirimu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Ini Tak Boleh Disia-siakan</title>
		<link>http://www.stillcetek.com/2007-09-16/dunia-ini-tak-boleh-disia-siakan.html</link>
		<comments>http://www.stillcetek.com/2007-09-16/dunia-ini-tak-boleh-disia-siakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2007 10:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sheva_kudo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.stillcetek.com/2007-09-16/dunia-ini-tak-boleh-disia-siakan.html</guid>
		<description><![CDATA[Saudaraku,
Dunia ini adalah tangga kita menuju akhirat. Ia adalah terminal persinggahan yang akan mengantarkan kita pada akhirat. Ia adalah sawah ladang untuk panen di saat kita berada di alam akhirat Ia adalah bagian dari fase-fase hidup yang harus dilewati sebelum kita sampai ke akhirat. Karenanya Rasulullah SAW mengajarkan kita menyikapi kondisi hidup di dunia ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saudaraku,</p>
<p>Dunia ini adalah tangga kita menuju akhirat. Ia adalah terminal persinggahan yang akan mengantarkan kita pada akhirat. Ia adalah sawah ladang untuk panen di saat kita berada di alam akhirat Ia adalah bagian dari fase-fase hidup yang harus dilewati sebelum kita sampai ke akhirat. Karenanya Rasulullah SAW mengajarkan kita menyikapi kondisi hidup di dunia ini secara wajar. Meski dunia harganya tak lebih dari seonggok bangkai dan sayap nyamuk, tapi menyikapi dunia dengan benar juga termasuk nilai-nilai yang diajarkan.</p>
<p>Berusaha dan Bekerjalah terus Saudaraku,</p>
<p>Tapi jangan sampai ada harta kita menetes untuk melawan keridhaan-Nya. Jangan sampai ada bagian kecil dari rizki Allah itu menjadi bagian kedurhakaan kita kepada-Nya. Karena prinsip kita adalah seperti perkataan Sa&#8217;id bin Jabir saat ditanya apa yang dimaksud menyia-nyiakan harta. Sa&#8217;id mengatakan, &#8220;<em>Menyia-nyiakan harta adalah jika Allah memberimu rizki harta yang halal lalu engkau infaq kan untuk yang diharamkan Allah</em>&#8220;.</p>
<p>Saudaraku, Berusaha dan Bekerjalah terus&#8230;.</p>
<p>Sebab disana ada sebagian nafas ibadah kita&#8230;&#8230;.</p>
<p>(<em>Dikutip dari Tarbawi</em>)</p>
<p><em>(Sebagai Tausiyah untuk saudaraku yang sibuk dan lelah bekerja, juga untuk diri pribadi yang selalu merasa disibukkan oleh kehidupan dunia)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.stillcetek.com/2007-09-16/dunia-ini-tak-boleh-disia-siakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Tempat Pemberhentian Hamba</title>
		<link>http://www.stillcetek.com/2007-09-16/dua-tempat-pemberhentian-hamba.html</link>
		<comments>http://www.stillcetek.com/2007-09-16/dua-tempat-pemberhentian-hamba.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Sep 2007 10:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sheva_kudo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.stillcetek.com/2007-09-16/dua-tempat-pemberhentian-hamba.html</guid>
		<description><![CDATA[Seorang hamba punya dua tempat pemberhentian di hadapan Allah SWT. Tempat pemberhentian pertama, ketika ia shalat di hadapan-Nya, dan tempat pemberhentian kedua, ketika ia berdiri di hadapan-Nya di hari Kiamat.
Barang siapa menunaikan hak tempat pemberhentian yang pertama maka ia akan diringankan pada tempat pemberhentian yang kedua. Dan barang siapa yang meremehkan tempat pemberhentian ini dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang hamba punya dua tempat pemberhentian di hadapan Allah SWT. Tempat pemberhentian pertama, ketika ia shalat di hadapan-Nya, dan tempat pemberhentian kedua, ketika ia berdiri di hadapan-Nya di hari Kiamat.</p>
<p>Barang siapa menunaikan hak tempat pemberhentian yang pertama maka ia akan diringankan pada tempat pemberhentian yang kedua. Dan barang siapa yang meremehkan tempat pemberhentian ini dan tidak menunaikan haknya maka Allah akan mempersulitnya di tempat pemberhentian yang kedua.</p>
<p>Allah berfirman : &#8220;Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (Hari Kiamat)&#8221; (Q.S. Al-Insan : 26-27)</p>
<p>********Ibnu Qayyim Al-Jauziyah********</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.stillcetek.com/2007-09-16/dua-tempat-pemberhentian-hamba.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
