Saudaraku,
Dunia ini adalah tangga kita menuju akhirat. Ia adalah terminal persinggahan yang akan mengantarkan kita pada akhirat. Ia adalah sawah ladang untuk panen di saat kita berada di alam akhirat Ia adalah bagian dari fase-fase hidup yang harus dilewati sebelum kita sampai ke akhirat. Karenanya Rasulullah SAW mengajarkan kita menyikapi kondisi hidup di dunia ini secara wajar. Meski dunia harganya tak lebih dari seonggok bangkai dan sayap nyamuk, tapi menyikapi dunia dengan benar juga termasuk nilai-nilai yang diajarkan.
Berusaha dan Bekerjalah terus Saudaraku,
Tapi jangan sampai ada harta kita menetes untuk melawan keridhaan-Nya. Jangan sampai ada bagian kecil dari rizki Allah itu menjadi bagian kedurhakaan kita kepada-Nya. Karena prinsip kita adalah seperti perkataan Sa’id bin Jabir saat ditanya apa yang dimaksud menyia-nyiakan harta. Sa’id mengatakan, “Menyia-nyiakan harta adalah jika Allah memberimu rizki harta yang halal lalu engkau infaq kan untuk yang diharamkan Allah“.
Saudaraku, Berusaha dan Bekerjalah terus….
Sebab disana ada sebagian nafas ibadah kita…….
(Dikutip dari Tarbawi)
(Sebagai Tausiyah untuk saudaraku yang sibuk dan lelah bekerja, juga untuk diri pribadi yang selalu merasa disibukkan oleh kehidupan dunia)